Sabtu, 28 Mei 2011

Deteksi Penyakit Lewat Kuku

Deteksi Penyakit Lewat Kuku?

Sebuah studi menyebutkan warna kuku bisa menjadi akternatif untuk mengetahui penyakit apa yang sedang Anda derita sebelum memutuskan untuk berkunjung ke dokter.

Seperti dikutip dari Aolheath, setiap orang memiliki tipe kuku berbeda, mulai dari tekstur, warna hingga kekuatannya. Dan setiap jenis kuku memiliki arti tersendiri, terutama dalam kaitannya dengan jenis penyakit.

FAAD dari American Academy of Dermatology (AAD), Andrea Cambio, MD mengatakan, kuku adalah jendela ke dalam tubuh seseorang. Melalui kuku dapat terlihat kemungkinan penyakit apa saja yang sedang berproses dalam tubuh.

Nah, intip kondisi kesehatan melalui bentuk dan warna kuku Anda.

Kuku kuning

Salah satu penyebab paling umum kuku berwarna kuning adalah infeksi jamur. Semakin memburuknya infeksi bisa membuat kuku tidak tumbuh sehat, menebal, dan rapuh. Kuku kuning juga menunjukan kondisi lebih serius seperti penyakit tiroid parah, paru-paru, diabetes, atau psoriasis.

Kuku bengkak dan terlipat

Jika kulit di sekitar kuku terlihat merah dan bengkak, ini dikenal sebagai peradangan yang menunjukan adanya penyakit lupus dan gangguan jaringan ikat.

Garis hitam

Periksakan segera jika ada garis hitam di kuku Anda. Ini terkait gejala melanoma atau yang dikenal dengan kanker kulit dari jenis yang paling berbahaya.

Menggigit kuku

Menggigit kuku mungkin buat Anda hanyalah kebiasaan. Padahal ini sangat mungkin menandakan kecemasan yang berlebihan dan membutuhkan pengobatan karena menderita gangguan obsesif-kompulsif. Jadi, jika Anda tidak bisa berhenti, ada baiknya berdiskusi dengan dokter Anda.

Kuku kebiruan

Kuku berwarna kebiruan menandakan tubuh tidak mendapatkan oksigen cukup. Ini mengindikasikan adanya infeksi di paru-paru seperti pneumonia. Jika hanya sedikit kebiruan di ujung bawah kuku bisa juga menandakan diabetes.

Kuku pucat

Kuku berwarna pucat atau cenderung berwarna putih kadang-kadang terkait penuaan. Tetatpi ada empat penyakit serius yang mungkin saja ditandai dengan kuku berwarna pucat ini, misalnya, anemia, gagal jantung, pengidap penyakit hati atau juga gizi yang buruk.

Kuku putih

Jika kuku berwarna putih dengan ujung atas berwarna gelap mengindikasikan adanya masalah pada hati seperti hepatitis.

Kuku kasar

Jika permukaan kuku berkerut dan berbunyi jika diadu ini merupakan tanda awal dari psoriasis atau inflamasi arthritis. Perubahan warna kuku dapat terlihat merah kecokelatan.

Kuku retak

Kuku terlihat kering, rapuh dan sering retak telah lama dikaitkan dengan penyakit tiroid. Jika membelah dan berwarna kuning ada kemungkinan ini karena infeksi jamur.

Sumber :
Inilah.com
Yahoo.com

Rabu, 16 Maret 2011

Keren, Macam Seni Latte Kopi

Latte atau Caffè latte (Bahasa Italia yang artinya kopi susu) adalah espresso atau kopi yang dicampur dengan susu dan memiliki lapisan busa yang tipis di bagian atasnya. Perbandingan antara susu dengan kopi pada caffè latte adalah 3:1. Minuman ini pertama kali ditemukan di Italia pada akhir 1950 oleh Lino Meiorin.

undefined

Ia merupakan pemilik dari sebuah cafe dan merupakan barista pertama dari Italia. Pengunjung cafenya ketika itu tidak terbiasa dengan rasa dari cappuccino tradisional yang sangat tajam dan karenanya meminta lebih banyak susu (latte) untuk dicampur dengan kopi tersebut.

Lama-kelamaan Lino memutuskan untuk menjual minuman espresso dengan lebih banyak susu dan menyebutnya sebagai "caffè latte".

Ketika itu, ia menyajikan caffè latte dalam mangkuk dan kemudian beralih menggunakan gelas bir. Kini, caffè latte disajikan dalam cangkir dan diperindah dengan sentuhan seni (Art of Latte).

Salah satu faktor penting sebuah latte adalah kualitas frothing susu yang fungsinya adalah untuk meningkatkan dan memperkuat rasa kopi, bukan sebaliknya.

Jadi bukanlah latte kalau rasa susunya lebih dominan dibandingkan dengan kopinya, atau kopi dengan sedikit rasa susu.

Untuk mencapai kriteria tersebut tentunya diperlukan sebuah mesin espresso yang bertenaga agar proses frothing benar2 menghasilkan busa halus atau micro foam dalam susunya, selain keterampilan teknis si barista tentunya.


undefined


undefined


undefined


undefined


undefined


undefined


undefined


undefined


undefined




































Sumber :

Selasa, 15 Maret 2011

Hujan Radioaktif : Isu Itu Sangat Keterlaluan

Liputan6.com, Jakarta: Pascaledakan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Fukushima, Jepang, beredar isu yang cukup menghebohkan bahkan meresahkan masyarakat. Kabar tersebut, menyebutkan bahwa jika hari ini atau dalam beberapa hari ke depan turun hujan usahakan jangan sampai terkena hujan. Bahkan hanya gerimis sekalipun. Itu lantaran partikel radioaktif yang mungkin terkandung dalam hujan dapat menyebabkan luka bakar atau kanker alopecia.Menanggapi informasi itu, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Hudi Hastowo yang dihubungi Liputan6.com, Senin (14/3), dengan tegas membantah kebenaran isi kabar tersebut. "Itu isu yang keterlaluan," katanya.
Hudi menjelaskan, kejadian di Fukushima tidak akan sama dengan peristiwa di Chernobyl. Terlebih lagi zat radioaktif di reaktor nuklir tersebut, masih tersimpan aman di dalam. "Dampak yang terjadi hanya bersifat lokal," tutur Hudi. Karena itu pula, Hudi minta masyarakat jangan panik atau terpengaruh dengan isu-isu yang menyesatkan.
Sebelumnya, Deputi Bidang Pengembangan Teknologi Daur Bahan Nuklir dan Rekayasa Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Dr. Djarot S. Wisnubroto juga mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu debu radioaktif PLTN di Fukushima, Jepang, mengkontaminasi hingga ke Indonesia. Sebab, jarak kedua negara ini mencapai ribuan kilometer.
Kejadian meningkatnya radio aktif di reaktor Fukushima, menurut dia, akibat sistem pendingin yang tidak berfungsi karena backup diesel yang mati. Namun tidak ditemukan pelelehan ataupun kebocoran radioaktif karena bahan bakar tetap utuh [baca: Badan Atom: Jangan Khawatir Terkena Debu Radioaktif].(IAN)

Facebook 
My Another Blog